ITSKes Muhammadiyah Selong News , Selong, 19 November 2025 — Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan  Muhammadiyah Selong kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu perlindungan perempuan dan kelompok rentan dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Acara ini berlangsung di Aula ITSKes Muhammadiyah Selong dan dihadiri oleh  Mahasiswa  dari berbagai Program Studi.

Kegiatan sosialisasi tersebut terselenggara sebagai bentuk kepedulian Kampus terhadap meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender serta maraknya praktik perdagangan orang yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat. Melalui sosialisasi ini, Kampus berharap Mahasiswa memperoleh pemahaman komprehensif mengenai isu tersebut sehingga dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sosial masing-masing.

Pembukaan oleh Rektor ITSKes Muhammadiyah Selong

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor ITSKes Muhammadiyah Selong, Drs. H. Moh. Juhad, M.AP. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Perguruan Tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan berkualitas secara Akademik, tetapi juga bertanggung jawab membentuk generasi muda yang memiliki kepekaan sosial serta kesadaran terhadap isu kemanusiaan.

Beliau menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang membutuhkan perhatian bersama. “Mahasiswa sebagai generasi terdidik harus memiliki pemahaman yang benar tentang bagaimana melindungi diri, mengenali potensi ancaman, serta turut berkontribusi dalam upaya pencegahan,” tegasnya.

Hadir Narasumber dari DP3AP2KB Provinsi NTB

Dalam kegiatan ini, ITSKes Muhammadiyah Selong menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB. Kehadiran perwakilan dari Instansi tersebut memberikan penjelasan langsung terkait kondisi terkini kasus kekerasan terhadap perempuan dan TPPO di Provinsi NTB, langkah-langkah penanganan, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.

Materi yang disampaikan mencakup:

  • Jenis dan bentuk kekerasan terhadap perempuan
  • Faktor resiko dan penyebab terjadinya TPPO
  • Regulasi dan payung hukum perlindungan perempuan dan korban TPPO
  • Mekanisme pelaporan dan layanan bantuan bagi korban
  • Peran Mahasiswa dalam pencegahan kekerasan dan perdagangan orang

Para narasumber juga menekankan pentingnya peran Institusi Pendidikan dalam memberikan edukasi berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas kekerasan.

Antusiasme Tinggi dari Mahasiswa

Sosialisasi ini disambut antusias oleh Mahasiswa yang hadir. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai penanganan kasus kekerasan yang sering ditemui di masyarakat, prosedur hukum bagi korban TPPO, serta cara mengenali modus perekrutan yang sering digunakan pelaku.

Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif, menunjukkan bahwa isu ini sangat relevan bagi generasi muda, terlebih bagi Mahasiswa ITSKes Muhammadiyah Selong yang banyak bergerak di bidang Sosial dan Kesehatan.

Komitmen ITSKes Muhammadiyah Selong

Melalui kegiatan ini, ITSKes Muhammadiyah Selong menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan pencegahan perdagangan orang. Kampus berupaya untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya memperkaya wawasan Akademik, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan perlindungan sosial.

Ke depan, Kampus berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai Instansi dan lembaga terkait untuk mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan, sekaligus memperkuat kapasitas Hahasiswa sebagai agen pelindung di masyarakat.